Rabu, 19 Juni 2013

Tetap Berkomunikasi Secara Verbal

Adalah hal yang umum tentang anggapan terhambatnya komunikasi secara verbal (berkata-kata) bagi orang yang mengalami gangguan dengar. Sebab banyak orang menganggap bila terkena gangguan dengar akan sulit berkomunikasi secara verbal (berkata-kata).

Okelah mungkin saja anggapan ini karena banyak tunarungu yang kesulitan dalam mengungkapkan kata-kata. Hal ini dimaklumi dengan keterbatasan kosa kata yang mereka ketahui. Akan tetapi bila mengalami gangguan dengar saja rasanya komunikasi masih bisa dilakukan secara verbal (berkata-kata).

Kadangkala bila saya berkenalan dengan orang baru, dan saya mengatakan kalau saya mengenakan Alat Bantu Dengar (hearing aid). Akan timbul pertanyaan pertama dari mereka seperti.“Kamu tetap berbicara dengan normal kan?”

Maksudnya tentu saja apakah saya tetap berbicara dengan berkata-kata. Saya tahu pertanyaan ini mungkin untuk mengatisipasi agar mereka mungkin lebih menggunakan bahasa tulisan ketimbang berbicara.

Biasanya akan saya jawab. “Saya tetap bisa berbicara, hanya saja mungkin dalam mendengar ada beberapa kata yang sulit saya tangkap. Jadi saya rasa tak masalah berbicara sebagaimana biasanya”


Memang tak dipungkiri, hingga saat ini (terutama di Indonesia), orang beranggapan terkena gangguan dengar artinya komunikasi tak lagi sama seperti orang lain. Padahal tidak begitu, bilamana saat terkena gangguan dengar seseorang itu sudah terbiasa berkomunikasi secara verbal, maka ia akan terus berkomunikasi sebagaimana biasanya.

Adalah menyenangkan bila berkenalan dengan orang baru. Mendapat kesempatan yang sama dengan orang lainnya.

Hanya saja anggapan bahwa tidak bisa berkomunikasi dua arah, seringkali membuat orang dengan gangguan dengar terhambat untuk memperoleh kesempatan yang sama.

Saya hidup dan tinggal di Indonesia, dimana di negara ini mau tau mau, suka ataupun tidak sebagai minoritas harus menyesuaikan dengan keadaan dalam berkomunikasi. Artinya saya tetap berkomunikasi secara verbal. Ini akan lain ceritanya bila saya tinggal di Negara maju, yang memaklumi bahwa ada penggunaan bahasa lain (bahasa isyarat)

Itulah mengapa berbicara dan mendengar setidaknya menjadi suatu keharusan untuk saya. Karena kemana-mana saya sendiri, dan tentunya harus lebih berani untuk membuka komunikasi dengan orang lain.

*share dari blognya

Have a nice and beautiful Day :)
~Hatiku bangga dan bersyukur menjadi Seorang Tunarungu~

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah kunjungannya...
Jangan lupa dikomen ya... d(◦ˆ⌣ˆ◦)b