Adalah
hal yang umum tentang anggapan terhambatnya komunikasi secara verbal
(berkata-kata) bagi orang yang mengalami gangguan dengar. Sebab banyak orang
menganggap bila terkena gangguan dengar akan sulit berkomunikasi secara verbal
(berkata-kata).
Okelah
mungkin saja anggapan ini karena banyak tunarungu yang kesulitan dalam
mengungkapkan kata-kata. Hal ini dimaklumi dengan keterbatasan kosa kata yang
mereka ketahui. Akan tetapi bila mengalami gangguan dengar saja rasanya
komunikasi masih bisa dilakukan secara verbal (berkata-kata).
Kadangkala
bila saya berkenalan dengan orang baru, dan saya mengatakan kalau saya
mengenakan Alat Bantu Dengar (hearing aid). Akan timbul pertanyaan pertama dari
mereka seperti.“Kamu
tetap berbicara dengan normal kan?”
Maksudnya
tentu saja apakah saya tetap berbicara dengan berkata-kata. Saya tahu
pertanyaan ini mungkin untuk mengatisipasi agar mereka mungkin lebih
menggunakan bahasa tulisan ketimbang berbicara.
Biasanya
akan saya jawab. “Saya
tetap bisa berbicara, hanya saja mungkin dalam mendengar ada beberapa kata yang
sulit saya tangkap. Jadi saya rasa tak masalah berbicara sebagaimana biasanya”
Memang
tak dipungkiri, hingga saat ini (terutama di Indonesia), orang beranggapan
terkena gangguan dengar artinya komunikasi tak lagi sama seperti orang lain.
Padahal tidak begitu, bilamana saat terkena gangguan dengar seseorang itu sudah
terbiasa berkomunikasi secara verbal, maka ia akan terus berkomunikasi
sebagaimana biasanya.
Adalah
menyenangkan bila berkenalan dengan orang baru. Mendapat kesempatan yang sama
dengan orang lainnya.
Hanya
saja anggapan bahwa tidak bisa berkomunikasi dua arah, seringkali membuat orang
dengan gangguan dengar terhambat untuk memperoleh kesempatan yang sama.
Saya
hidup dan tinggal di Indonesia, dimana di negara ini mau tau mau, suka ataupun
tidak sebagai minoritas harus menyesuaikan dengan keadaan dalam berkomunikasi.
Artinya saya tetap berkomunikasi secara verbal. Ini akan lain ceritanya bila
saya tinggal di Negara maju, yang memaklumi bahwa ada penggunaan bahasa lain
(bahasa isyarat)
Itulah
mengapa berbicara dan mendengar setidaknya menjadi suatu keharusan untuk saya.
Karena kemana-mana saya sendiri, dan tentunya harus lebih berani untuk membuka
komunikasi dengan orang lain.
*share
dari blognya
Have a nice and beautiful Day :)
~Hatiku bangga dan bersyukur menjadi Seorang Tunarungu~
Have a nice and beautiful Day :)
~Hatiku bangga dan bersyukur menjadi Seorang Tunarungu~
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah kunjungannya...
Jangan lupa dikomen ya... d(◦ˆ⌣ˆ◦)b